5 Tempat Wisata di Wonogiri yang Wajib Anda Kunjungi

Jika anda memiliki hari libur, tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga untuk pergi ke tempat wisata di Wonogiri. Anda bisa mengunjungi tempat wisata menarik yang ada di sana mengunakan tiket bus online yang bisa anda pesan dengan mudah sekarang di https://redbus.id/.

Jadi tidak ada alasan untuk menunda pergi ke tempat wisata yang menarik bersama keluarga, apalagi di Wonogiri sendiri ada banyak tempat wisata. Penasaran apa saja tempat wisata yang wajib anda kunjungi di Wonogiri? Yuk simak ulasan nya berikut ini:

1. Air Terjun Binangun Watu Jadah
Air terjun binangun watu jadah adalah tempat wisata di Wonogiri yang wajib anda kunjungi pertama karena sejuk sekali. Disana anda akan merasakan nuansa air terjun yang belum terjamah oleh manusia, jadi masih asri sekali.

Meskipun perjalanan kesana cukup melelahkan, anda akan menemukan kesegaran yang luar biasa disana. Anda tidak akan menyesal pergi berwisata ke Air terjun tersebut, disana anda menikmati waktu bersantai bersama keluarga.

2. Pantai Nampu
Pantai nampu adalah surga di dunia yang harus anda kunjungi bersama orang-orang terdekat anda karena disana terdapat pasir putih yang indah. Selain itu ombaknya juga indah sekali serta aman untuk anak-anak sehingga safety sekali meskipun anda mengajak anak kecil.

Anda bisa menuju kesana menggunakan bis ataupun kendaraan pribadi, karena memang aksesnya sudah sangat mudah. Kesana juga harganya sangat terjangkau, jadi sangat cocok untuk berwisata ke sana untuk menghemat uang, tapi tetap have fun.

3. Pantai Banyu Towo
Pantai banyu towo ini ternyata memiliki pemandangan yang sangat eksotis, anda bisa melihat ombak yang indah. Melihat matahari tenggelam bersama orang terdekat anda, serta melihat batu karang yang begitu indah terhampar ombak lautan.

4. Pantai Sembukan
Pantai sembukan adalah salah satu pantai favorit yang saat ini ada di Wonogidi, anda bisa melihat hempasan air ombak yang indah di sana. Pemandangan nya mempesona dan membuat mata mendapatkan pemandangan yang luar biasa.

5. Waduk Gajah Mungkur
Jika anda ingin melihat waduk yang merupakan fungsi utama dalam pengairan di wonogiri bisa datang ke waduk yang satu ini. Disana anda bisa menghabiskan waktu bersama, dan melihat pemandangan yang ada disana, banyak juga wisatawan yang datang.
Itulah 5 tempat wisata di wonogiri yang wajib anda kunjungi bersama keluarga, anda bisa menggunakan bus yang bisa dipesan secara online sekarang. Jadi lebih mudah untuk mengakses tempat-tempat wisata disana bukan?

Never ending happiness di Festival Cheng Ho 2018

Kemeriahan perayaan Festival Cheng Ho 2018 berlanjut hingga Minggu (12/8) pagi. Klenteng Sam Poo Kong heboh. Tay Kak Sie Gang Pinggir, Semarang, yang dijadikan lokasi start, juga full lautan manusia.

Masyarakat yang berbaur dengan wisatawan antusias. Semua terlihat happy saat melihat 2000 peserta arak-arakan melibas rute sepanjang 6 kilometer.

Ada yang mengenakan baju-baju oriental. Ada yang berbaju loreng. Ada yang mengenakan costume festival bermotif kerajaan. Bahkan ada juga yang mukanya dicoreng-moreng.

Bukan hanya arak-arakannya saja yang heboh. Prosesi mempersiapkan kostum yang dimulai pukul 02.00 WIB juga heboh. Beragam kamera vidografer, fotografer sampai blogger, tak pernah henti mengabadikan persiapan jelang arak-arakan.

“Ini luar biasa. Ribuan orang berjubel, datang dan pergi di halaman besar Sam Poo Kong. Tempat start di Tay Kek Sie yang sempit di Gang Lombok, juga ramai Ada doa dan pentas seni dari pukul 07.00 hingga 00.00 WIB. Apalagi di dunia Maya #PesonaCheng2018 sukses menjadi trending topic nomor satu nasional,” ucap Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, Minggu (12/8).

Pagi harinya, sekitar pukul 05.00 WIB, arak-arakannya pun langsung start. Prosesinya meriah. Menghibur. Juga penuh warna. Saking okenya, masyarakat pun ikut meramaikan peristiwa budaya dan sejarah yang setiap tahun diperingati dan menjadi agenda tetap di Kota Lumpia itu.

Nyaris tak ada space kosong di rute yang dilewati arak-arakan. Dari mulai Tay Kak Sie – Gg.Warung – Kranggan Timur – Kranggan Barat – Depok – Pemuda – Tugumuda – Soegijapranata (Ps.Bulu) – Jembatan Banjirkanal – Bojongsalaman – Simongan – Sam Poo Kong, full lautan manusia.

“Tradisi ini sudah lama. Dan masyarakat selalu mengapresiasi dengan baik. Mudah-mudahan bisa menarik wisatawan baik mancanegara maupun Nusantara dan menjaga akulturasi budaya,” tambah Esthy yang ikut memantau seluruh rangkaian acara tadi.

Dia pun makin bersemangat. Makin pede. Keyakinannya, saat community sudah antusias, event rutin terjadwal setiap tahun, ada improvement, selalu ada perkembangan yang baru, maka itu sudah layak menjadi atraksi budaya yang bisa dipromosikan ke mancanegara.

“Tentu harus dikoneksi dengan industry pariwisata, seperti airlines, hotel dan akomodasi, restoran cafe, transport lokal, guide atau pramu wisata, juga atraksi destinasi yang lain,” urainya.

Lantas bagaimana impact-nya?

Dari paparan juru bicara Sam Poo Kong, 10000 tiket yang dijual selama dua hari selalu sold out. Pedagang kaki lima kebanjiran order. Pasar Karetan yang ikutan pindah juga ikut kebagian rezeki. Itu belum termasuk hotel-hotel yang dijadikan tempat menginap bagi tamu yang datang.

“Perayaannya sudah memiliki cultural value yang tinggi. Sudah punya commercial value. Yang paling penting, memberi dampak ekonomi kepada industri dan publik,” timpal Juru Bicara Yayasan Sam Poo Kong Semarang, Mulyadi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang pernah ikutan merayakan Festival ini 2016 silam langsung mengangkat emoji tiga jempol.

“Jangan lupa terus promosikan dengan baik. Festivalnya sangat pas untuk originasi Tiongkok, atau pasar China. Ini penting sekali, orang Asia itu, ketika disentuh dengan kebudayaan dan sejarah masa lalu, hatinya bisa runtuh berkeping-keping. Mereka bisa jatuh cinta karena sejarah nenek moyang mereka,” kata Arief Yahya

Yes! Wings Air layanani penerbangan reguler Batam-Letung

Jumlah wisatawan ke Kepulauan Anambas sepertinya bakal bertambah. Sebab, aksesibilitasnya semakin terbuka. Pasalnya, maskapai Wings Air membuka penerbangan ke Bandara Letung, Jum’at (10/8). Wings Air jadi maskapai pertama dengan rute penerbangan Batam-Letung.

Staf Ahli bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan, rute ini dilayani pesawat tipe ATR 72-600 berkapasitas 72 seat. Wings Air akan beroperasi melayani penerbangan Batam-Letung PP 3x seminggu. Yaitu Senin, Rabu dan Jum’at. Dengan jam keberangkatan dari Batam pukul 12.30 WIB dan kembali ke Batam pukul 13.55 WIB. Sebelumnya di Bandara Letung telah beroperasi penerbangan perintis oleh Susi Air yaitu setiap hari Senin.

Menurut Cris, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak hanya menyiapkan infrastruktur bandara. Tetapi juga menyiapkan seluruh elemen pendukungnya. Karena harus menarik bagi maskapai untuk beroperasi pada bandara tersebut.

“Kami tidak berhenti hanya sampai berdirinya sebuah bandara. Kami juga menyiapkan perangkat pendukung hingga menarik maskapai untuk beroperasi di bandara-bandara yang telah dibangun,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan ditugasi untuk mengkoneksikan wilayah satu dengan yang lainnya. Termasuk Kepulauan Anambas. Baik dari sektor transportasi darat, laut maupun udara.

“Kami bersyukur penerbangan komersial dapat masuk ke bandara ini. Sehingga dana subsidi dapat digunakan untuk kepentingan lain. Contohnya untuk perpanjang runway. Biar nantinya cita-cita warga Anambas memiliki bandara internasional dapat cepat terwujud,” ujar Cris.

Bandar Udara Letung adalah salah satu bandara terdepan Indonesia. Bandara ini dikelola Kementerian Perhubungan dibawah koordinasi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Dabo Singkep.

Pembangunan Bandar Udara Letung yang dimulai sejak tahun 2014. Serta merupakan tindak lanjut atas Program Nawa Cita, terutama cita ketiga dari Presiden Joko Widodo. Yaitu untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dengan mengedepankan pembangunan dari wilayah terdepan dan membuka daerah terisolir.

Bandara yang memiliki dimensi runway 1400 m x 30 m ini memulai operasional dengan masuknya penerbangan perintis oleh maskapai Susi Air.

“Penerbangan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian di Kepulauan Anambas dan sekitarnya dan dapat merangsang dunia penerbangan untuk beroperasi setiap hari di Bandara Letung,” ujarnya.

Hal tersebut senada dengan keterangan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dorongan dan usahanya sehingga dapat mewujudkan penerbangan reguler bagi warga Anambas.

“Saya mewakili warga Anambas mengucapkan terima kasih atas dorongan semua pihak hingga penerbangan reguler dapat terwujud,” ucapnya.

Zuhendra mengharapkan adanya kemudahan dan peningkatan kesejahteraan bagi warga Anambas dengan banyaknya maskapai yang nanti akan beroperasi di Bandara Letung.

“Mudah mudahan dengan banyaknya maskapai nanti, dapat memberikan kemudahan bagi warga dan meningkatkan kesejahteraan warga Anambas,” lanjut Zuhendra.

Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, yang diwakili Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh mengatakan, rute Wings Air ini mempermudah wisatawan untuk menjangkau destinasi yang ada di Kepulauan Anambas.

“Penerbangan Wings Air sendiri terkoneksi dengan penerbangan Lion Group menuju Jakarta, Jambi, Medan, Palembang, Surabaya, Pontianak, Bengkulu. Untuk harga promo dari Batam ke Letung hanya Rp 560 ribu. Sedangkan dari Letung ke Batam hanya Rp 663 ribu,” ujar Masruroh yang biaa disapa Iyung.

Ditambahkan Iyung, penerbangan ke Anambas akan di-bundling dengan paket hotdeals dan dipromosikan ke Singapura dan Malaysia.

“Jadi ke Batamnya naik ferry lanjut ke Anambas dengan Wings. Sekarang saya sedang koordinasi dengan Wings Air, Kadispar Anambas, dan industri terkait untuk menyiapkan paket ini, dan juga famtrip-nya,” papar Iyung.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya langsung memberikan dua jempol atas lahirnya terobosan baru ini. Dia pun sangat yakin Indonesia bisa mengalahkan Maldives dalam waktu singkat.

“Dengan adanya penerbangan ini maka waktu yang ditempuh akan lebih cepat sehingga turis asing tak bosan menunggu terlalu lama untuk sampai di pulau yang diinginkan,” jelas Menpar Arief Yahya.

“Rute Batam ke Anambas yang biasa ditempuh lebih enam jam dengan kapal cepat, bisa dipangkas menjadi 1 jam,” pungkas Arief Yahya.

GIIAS 2018: Mitsubishi terancam tak capai target penjualan, Suzuki lampaui target

Jelang penutupan pameran GIIAS hari ini (12/8), sejumlah agen pemegang merek otomotif melaporkan hasil penjualannya.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) melaporkan jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) mobil penumpang Mitsubishi secara total mencapai 3.080 unit per Sabtu sore (11/8).

Rinciannya, sebanyak 1.839 unit adalah model Xpander atau setara 60 persen terhadap total pemesanan. Kemudian Pajero Sport 1.073 unit atau setara 35 persen, Triton 93 unit (2 persen), Outlander Sport 48 unit (2 persen), dan Mirage 27 unit (1 persen).

“Raihan 3.080 unit baru setara 88 persen dari total target di GIIAS tahun ini yang 3.500 unit,” ungkap Budy Daulay, Head of Sales and Marketing Regioon 1 Department PT MMKSI, yang dijumpai di booth Mitsubishi di arena GIIAS, ICE BSD Cty, Tangerang, kemarin.

Suzuki Indonesia

Hasil lebih baik diraih oleh Suzuki, karena berhasil mencapai target penjualan GIIAS yang mencapai 1.000 uniit per Jumat (10/8).

program penjualan suzuki di giias 2018 2018 Merdeka.com

Dari 11 model mobil yang ditawarkan selama GIIAS 2018, All New Ertiga yang dirilis April lalu mendominasi penjualan mobil Suzuki. Mobil smal MPV andalan Suzuki ini berkontribusi terbesar, yakni 28,98 persen terhadap total penjualan.

Kontrbutor terbesar kedua adalah Ignis, raja city car, dengan kontribusi 21,17 persen. Dalam balutan sporty dan rally di booth yang memperkuat konsep Suzuki Sport, Ignis kian digemari oleh para pengunjung GIIAS. Ketangguhan mobil komersial Suzuki, New Carry Pick Up, juga tetap menjadi pilihan konsumen dengan penjualan 19,12 persen. Mobil-mobil Suzuki lainnya, seperti APV, Karimun Wagon R, SX4 S-Cross, dan Baleno turut berkontribusi dalam penjualan unit-unit mobil Suzuki selama GIIAS.

Makmur, 4W Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales, menjelaskan di GIIAS, selain menawarkan line up mobil unggulan, kami juga menawarkan berbagai alternatif penjualan, yang memudahkan para konsumen melakukan SPK.

Guna mendongkrak penjualan mobil selama GIIAS, Suzuki Indonesia juga menghadirkan kembali Suzuki Auto Value, yang membantu pelanggan melakukan tukar-tambah lebih mudah dari semua merek. Bahkan Suzuki Auto Value memberikan e-money senilai Rp 1,5 juta kepada konsumen, yang melakukan tukar tambah ke All New Ertiga di booth Suzuki Auto Value. E-money tersebut akan diberikan langsung setelah serah terima unit mobil baru.

Bagi para konsumen yang ingin memiliki kendaraan Suzuki impian bisa mengunjungi booth kami di GIIAS 2018. Berhubung ini hari terakhir, jangan melewatkan promo dan harga menarik dari Suzuki, pungkas Makmur.

Suzuki Jimny dan Hyundai Sante Fe, mobil favorit pengunjung GIIAS

Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 segera ditutup pada Minggu malam (12/8). Pameran yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, ini dibuka mulai Kamis (2/8) oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Pada Sabtu malam (11/8), penyelenggara GIIAS 2018 menyelenggarakan acara Exhibitor Night untuk memberikan penghargaan di beberapa kategori, seperti favorite booth, favorite car, dan Miss Auto Show 2018.

Rizwan Alamsjah, Ketua Penyelenggara GIIAS 2018, mengungkapkan rasa syukurnya terhadap penyelenggaraan GIIAS tahun ini. Kami bersyukur GIIAS tahun ini mencapai capaian yang positif, yaitu terdapat 47 kendaraan baru dan konsep yang diluncurkan. Antara lain terdapat world premiere mobil penumpang dan mobil konsep, serta yang menarik pada tahun ini lebih banyak kendaraan konsep yang dihadirkan, sehingga ini memberikan gambaran kendaraan masa depan, sesuai dengan tema GIIAS tahun ini yaitu Beyond Mobility, ujar Rizwan semalam.

Berikut susunan pemenang untuk masing-masing kategori dalam GIIAS 2018:

1.Category Favorite Passenger Car:
Juara 1: Hyundai Santa FE
Juara 2: Nissan Terra
Juara 3: DFSK Glory 580

2.Category Special Exhibit Passenger Car:
Juara 1: Suzuki Jimny
Juara 2: BMW i8
Juara 3:Mitsubishi E Evolution

3.Category Favorite Commercial Vehicle:
Juara 1: Laksana SR2 Double Deck
Juara 2: UD Truck Kuzer
Juara 3:Adiputro Jetbus 3+ Ultra High Deck

4. Category Special Exhibit Commercial Vehicle:
Juara 1:FUSO Super Great V Spider

Juara 2:HINO Poncho EV

5. Favorite Booth Supporting Industry Category < 150sqm Booth:
Juara 1: Bridgestone
Juara 2: Tokopedia
Juara 3: Protera

6. The Winner of Favourite Booth Supporting Industry Category> 150 sqm Booth:
Juara 1: Astra Financial
Juara 2: Laksana
Juara 3: GT Radial

7. The Winner of Favorite Booth Category Motorcycle:
Juara 1: Astra Honda Motor
Juara 2: Harley Davidson
Juara 3: Yamaha

8. The Winner of Favorite Booth Category Commercial Vehicle:
Juara 1: Mitsubishi Fuso
Juara 2: Isuzu
Juara 3: HINO

9. The Winner of Favourite Booth Category Premium Car:
Juara 1: Lexus
Juara 2: BMW-MINI
Juara 3: Mercedes Benz

10. The Winner of Favourite Booth Passenger Car Category < 1000 Sqm:
Juara 1: Mazda
Juara 2: Chevrolet
Juara 3: Astra Isuzu

11. The Winner of Favourite Booth Passenger Car Category 1000 2000 Sqm:
Juara 1: Daihatsu
Juara 2: Suzuki
Juara 3: Wuling

12. The Winner of Favourite Booth Passenger Car Category > 2000 Sqm:
Juara 3: Mitsubishi Motors
Juara 2: Honda
Juara 1: Toyota

13. Miss Auto Show 2018:

Miss Auto Show 2018 Vivian Wijaya (Lexus)

1st Runner Up Putri Ersa (Datsun)

2nd Runner Up Isti Ifni Tiani Rawung (Mercedes-Benz)
Best Costume Geraldora Chytia Bahar (Daihatsu)
Miss Automotive Mouli Ramadhani (Toyota)
Miss Favourite Cindythia Putri (Protera Llumar)
Miss Congeniality Maya Mauren (Astra Financial)
Miss Photogenic Brenda Immanuella (Audi)

Wonderful Indonesia sambar potensial devisa Rp 180 miliar di Sales Mission Singapura

Pariwisata Indonesia sukses menebar pesonanya di Sales Mission Wonderful Indonesia di Novotel Hotel Singapura. Sepanjang Selasa (7/8), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensial devisa sebesar USD 13.053.280. Nilainya setara dengan Rp 189.272.560.000 (asumsi 1USD = Rp 14.500).

Convidence level Kemenpar langsung terdongkrak naik. Wonderful Indonesia makin pede. Makin yakin. Makin optimistis. Apalagi, jumlah pax yang terjual angkanya mencapai 19.196 pax. Jauh melampaui target yang dipatok di angka 7.036 pax. Jauh juga di atas target potensial devisa sebesar USD 4.784.480.

“Ini menandakan destinasi yang ditawarkan sangat diminati pasar Singapura,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Zona 1 Kemenpar, I Gde Pitana, Kamis (9/8).

Yang membuat dia happy, kota dan destinasi yang diburu tak lagi berpusat di Bali. Untuk top 5 kota yang paling diminati ada Pontianak, Batam-Bintan, MalangSurabaya dan Makassar yang menguntit di bawah Bali. Sementara Danau Toba, Borobudur, Bromo, Belitung dan Bogor, mencatatkan diri sebagai top 5 destinasi yang paling diminati.

“Tajuknya memang Sales Mission 10 Destinasi Branding tahap dua. Fokus penjualannya menyebar dari Aceh, Bali, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau, hingga Sumatera Barat. Ternyata hasilnya luar biasa. Banyak destinasi lain di luar Bali yang sudah jadi incaran market Singapura. Angkanya pun jauh di atas target,” timpal Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Iyung Masruroh, yang ikut mengawal Sales Mission di Singapura.

Lantas kenapa angka itu bisa jauh melampaui target? Raihannya bahkan nyaris tiga kali lipat dari target? Sementara, destinasi dan kota yang ditawarkan tak lagi fokus ke Bali?

Soal ini, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Singapura, Sulaiman Shehdek tak segan menguraikan jawabannya. Alasan utamanya, market Indonesia punya keunggulan kompetitif dan komparatif untuk menarik pasar Singapura. Jaraknya dekat. Waktu terbang juga tidak lama. Akses pintu masuknya terus bertambah. Belum lagi keanekaragaman budaya dan kekayaan alam Indonesia.

“Singaporean atau ekspatriat itu rata-rata orang sibuk. Waktu luangnya sangat terbatas. Yang paling cepat, mudah dijangkau, juga murah, ya Indonesia. Dan jangan segan menjadikan Singapura sebagai hub. Dari sini kita bisa distribusikan wisatawan dari berbagai penjuru dunia ke Indonesia,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga seirama. Menempatkan Singapura sebagai hub, kata dia, itu sudah pas. Apalagi, sampai saat ini, jutaan orang selalu rajin transit di Changi setiap tahun. Limpahan dari pengunjung Singapura itu yang ingin dimanfaatkan.

“Ini namanya menjaring ikan di kolam yang sudah banyak ikannya. Sekali ciduk sudah banyak ikan ikan yang terangkut. Singaporean dapat. Ekspatriat dan penumpang yang transit juga bisa kita dapat,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Ini dia suv yang keunggulannya bikin tora sudiro takjub, penasaran?

Dunia otomotif sepertinya memang sudah cukup melekat dalam diri Tora Sudiro. Dikenal sebagai salah satu aktor yang cukup paham dengan seluk beluk permobilan, bukan hal yang mengherankan kalau dia sangat cermat dalam melakukan pemilihan kendaraan roda empat tersebut. Terlebih, jika menyangkut tentang mobil keluarga.

Punya anggota keluarga yang cukup besar, selama ini Tora memang sering menjajal berbagai jenis mobil yang nyaman dan mampu memenuhi kebutuhannya. Pencariannya berakhir, karena kini ayah lima orang anak tersebut sudah memantapkan hati pada SUV yang keunggulannya bikin takjub. Wah, apa kira-kira mobil pilihannya, ya?

Ditemui dalam event GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, aktor tampan tersebut takjub dengan kehadiran mobil buatan Sokonindo Automobile, yaitu DFSK Glory 580. Hal pertama yang diungkapkannya adalah keringanan untuk konsumen.

“Ini sih wah dan pelopor karena DFSK memberikan garansi super yaitu selama tujuh tahun atau 150.000 km. Enggak ada merek otomotif lain yang memberikan garansi dengan tempo selama itu,” ujar Tora, Kamis (9/8).

Bukan cuma itu saja, Tora juga menyukai mobil berkabin luas yang juga memiliki interior modern. Bagi Tora, DFSK Glory 580 menambah jajaran Sport Utility Vehicle (SUV) yang sudah ada, namun hadir dengan lebih lengkap. Pendapat itu diungkapkannya setelah Tora melakukan test drive.

“Ini seperti betulin kesalahan di masa lalu dengan memberikan produk (Glory 580) ini. Interior manis, elegan, dan oke punya,” kata Tora.

Meski demikian, saat membeli kendaraan roda empat, Tora ternyata juga memperhatikan nilai ekonomis. DFSK Glory 580 hadir dengan fasilitas mobil yang lengkap termasuk irit bahan bakar, dan harga yang ramah kantong.

“DFSK pelopor City SUV banget. Harga mobilnya terjangkau buat keluarga dan yang paling penting adalah garansi tujuh tahun. Garansi tujuh tahun tuh buat saya sebagai konsumen jadi aman, nyaman, dan enggak khawatir untuk perawatannya,” jelas Tora.

DFSK yang memiliki struktur body yang kokoh dari baja berkekuatan tinggi juga diacungi jempol oleh Tora. “Ini mobil China yang memperhatikan keselamatan penggunanya. Kita enggak khawatir lagi karena ada beberapa fitur yang memantau saat berkendara.”

Untuk diketahui, DFSK Glory 580 dilengkapi Vehicle Running Recorder (VRR) atau kamera pemantau saat berkendara yang belum pernah diterapkan oleh kendaraan lain disegmennya.

Fitur VRR berkapasitas 16 GB ini, akan memberikan keamanan bagi pengendara selama berada di jalan dan semua kejadian di depan kendaranakan otomatis terekam mulai dari mobil dihidupkan. Hasil rekaman pun dapat langsung di lihat di LED monitor.

Untuk diketahui, Dongfeng Sokon (DSFK) Indonesia dibawah naungan PT Sokonindo Automobile mengembangkan varian SUV modern dan energi kendaraan terbaru sesuai prinsip Indsutry 4.0, serta diproduksi di pabrik modern di Cikande, Serang, Banten.

Di masa mendatang, pabrik Sokonindo bakal terus memperkenalkan model SUV (Sport Utility Vehicle) yang menarik bukan hanya ke pasar Indonesia saja, tapi juga siap melakukan ekspor ke pasar Asia Tenggara dan pasar global lainnya.

Penjualan tiga mobil special edition Daihatsu tak sesuai harapan?

Daihatsu Indoensia menjual tiga mobil edisi spesial alias special edition di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Sow (GIIAS) 2018 di ICE BSD City, Tangerang. Tiga model Special Edition tersbut adalah Ayla Special Edition, Sigra Spesial Edition, dan Xenia Special Edition.

Ketiga model mobil tersebut dinamakan Special Edition karena mengalami ubahan dari sisi eksterior dan interiornya dengan konsep lebih sporty. Daihatsu Indonesia menargetkan setiap model edisi spesial mencapai 18 unit per model atau total mencapai 54 unit. Target 18 unit itu disesuaikan dengan penyelenggaraan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang. Dari target 18 unit per model itu, 10 unit merupakan transmisi manual dan 8 unit transmisi otomatis.

Untuk Xenia Special Edition, harga jualnya Rp 213 juta untuk transmisi manual, sedangkan transmisi otomatis lebih mahal; Rp 224 juta.

Bagaimana penjualan ketiga model special edition tersebut selama GIIAS?

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), buka-bukaan soal ini. Dia mengungkapkan, berdasarkan surat pemesanan kendaraan (SPK), volume pemesanan mobil Daihatsu special edition ini baru mencapai 17 unit untuk semua model per Rabu (8/8), dari total target 54 unit. Namun, diyakini target penjualan tersebut akan dicapai hingga hari terakhir pameran.

“Kami optimistis akan habis di hari terakhir berdasarkan pengalaman penjualan edisi spesial GIIAS tahun lalu,” ungkap Hendrayadi saat dijumpai di booth Daihatsu dalam arena GIIAS, kemarin.

Dia menegaskan unit edisi spesial ini akan habis, lantaran model ini hanya diproduksi terbatas dan tidak akan diproduksi lagi oleh Daihatsu Indonesia. Kemudian konsepnya lebih sporty dan luxury dibandingkan versi standar.

booth daihatsu di giias 2018 2018 Merdeka.com

Xenia Special Edition

Great New Xenia Special Edition dikembangkan dengan konsep luxury and sporty family MPV. Maka itu, sisi eksteriornya didominasi warna hitam dengan aksen merah, serta adanya black body kit, black painted grille, black painted alloy wheel 15 inci, dan black painted muffler cutter demi menambah kemewahan special edition ini.

Sisi interiornya juga alami ubahan dengan nuansa hitam dengan instrument panel, A/C register, dan cylinder key. Special edition ini semakin mewah dengan balutan kulit hitam asli pada lingkar kemudi, shift knob, cover shift, hole door trim, dan seats dengan accent red stitched. Khusus pada bagian front seat terdapat D-logo emboss.

Menariknya, terdapat audio steering switch dengan black painted bezel, serta console box with arm rest yang menambah kenyamanan saat berkendara.

Gugun Blues Shelter sukses hangatkan Dieng Culture Festival 2018

Band asal Jakarta Gugun Blues Shelter (GBS), sukses membuat penonton larut dalam pertunjukan berskala nasional Dieng Culture Festival (DCF) 2018. Acara ini digelar di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jumat (5/8) malam.

Band yang beranggotakan Gugun (gitar), Fajar (bass) dan Bowie (drum) mampu menghangatkan kawasan Candi Arjuna yang menjadi venue DCF 2018. Suhu dingin di tempat tersebut, mencapai 3celcius, tak menyurutkan semangat GBS untuk menghibur wisatawan yang datang.

“Ini pengalaman pertama main di dalam kulkas. Enak ga sound gitar gue?” Tanya sang vokalis yang juga gitaris, Gugun. Malam itu, GBS membawakan 10 buah lagu dalam acara Jazz Atas Awan Dieng Culture Festival ke 9.

Gugun yang baru pertama kali hadir di Dieng mengaku sangat antusias meski tangannya sempat kram akibat kedinginan. Tidak ingin menghilangkan euforia penonton, dia kembali mengajak hadirin mencair dalam hits barunya yang berjudul “Sweet Looking Woman”. “Mati rasa nih tangan, Dieng gokil” ujarnya di sela-sela lagu.

Malam itu GBS benar-benar menjadi penghangat suhu. Mereka mengajak penonton masuk ke dalam ruang-ruang asmara yang ingin selalu dikenang. Usai lagu itu dinyanyikan, tepuk tangan penonton bergemuruh.

Pada hari pertama Jazz Atas Awan, tercatat ada 11 musisi jazz yang tampil dalam gelaran Dieng Culture Festival 2018. Dari penampilan Wedding Jahe, Gerhana.

Sementara pada hari ke 2 Dieng Culture festival 2018, Sabtu (4/8), akan ditampilkan beragam atraksi yang tak kalah seru. Mulai dari Festival Tumpeng, Festival Caping, Festival Kembang, dan yang paling banyak ditunggu wisatawan adalah Festival Lampion. Akan ada ribuan lampion berterbangan di langit Dieng. Festival lampion juga salah satu daya tarik Dieng Culture Festival 2018.

Melihat tingginya animo wisatawan, sangat wajar jika DCF masuk dalam 100 Wonderful Events Indonesia 2018 Kementerian Pariwisata. Apa lagi DCF kini telah memasuki tahun kesembilan pagelarannya. Konten acaranya pun selalu paten.

“Performa positif terus ditunjukkan DCF. Sebagai salah satu atraksi pariwisata, event ini selalu sukses dalam setiap penyelenggaraannya. Selalu sukses menyedot wisatawan datang. Sampai ketemu di DCF 2018,” ujar Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti.

Melihat progres positif dan konsep DCF-9, apresiasi pun diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menyatakan, DCF-9 sebagai event dengan kualitas dunia.

“Dieng Culture Festival jadi fenomena. Kekuatan culture dan naturenya luar biasa. Kelas festival ini sudah mendunia. Progresnya memang bagus, tapi branding harus lebih gencar lagi terutama di media sosial,” tutup Menpar.