5 Tempat Wisata di Wonogiri yang Wajib Anda Kunjungi

Jika anda memiliki hari libur, tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga untuk pergi ke tempat wisata di Wonogiri. Anda bisa mengunjungi tempat wisata menarik yang ada di sana mengunakan tiket bus online yang bisa anda pesan dengan mudah sekarang di https://redbus.id/.

Jadi tidak ada alasan untuk menunda pergi ke tempat wisata yang menarik bersama keluarga, apalagi di Wonogiri sendiri ada banyak tempat wisata. Penasaran apa saja tempat wisata yang wajib anda kunjungi di Wonogiri? Yuk simak ulasan nya berikut ini:

1. Air Terjun Binangun Watu Jadah
Air terjun binangun watu jadah adalah tempat wisata di Wonogiri yang wajib anda kunjungi pertama karena sejuk sekali. Disana anda akan merasakan nuansa air terjun yang belum terjamah oleh manusia, jadi masih asri sekali.

Meskipun perjalanan kesana cukup melelahkan, anda akan menemukan kesegaran yang luar biasa disana. Anda tidak akan menyesal pergi berwisata ke Air terjun tersebut, disana anda menikmati waktu bersantai bersama keluarga.

2. Pantai Nampu
Pantai nampu adalah surga di dunia yang harus anda kunjungi bersama orang-orang terdekat anda karena disana terdapat pasir putih yang indah. Selain itu ombaknya juga indah sekali serta aman untuk anak-anak sehingga safety sekali meskipun anda mengajak anak kecil.

Anda bisa menuju kesana menggunakan bis ataupun kendaraan pribadi, karena memang aksesnya sudah sangat mudah. Kesana juga harganya sangat terjangkau, jadi sangat cocok untuk berwisata ke sana untuk menghemat uang, tapi tetap have fun.

3. Pantai Banyu Towo
Pantai banyu towo ini ternyata memiliki pemandangan yang sangat eksotis, anda bisa melihat ombak yang indah. Melihat matahari tenggelam bersama orang terdekat anda, serta melihat batu karang yang begitu indah terhampar ombak lautan.

4. Pantai Sembukan
Pantai sembukan adalah salah satu pantai favorit yang saat ini ada di Wonogidi, anda bisa melihat hempasan air ombak yang indah di sana. Pemandangan nya mempesona dan membuat mata mendapatkan pemandangan yang luar biasa.

5. Waduk Gajah Mungkur
Jika anda ingin melihat waduk yang merupakan fungsi utama dalam pengairan di wonogiri bisa datang ke waduk yang satu ini. Disana anda bisa menghabiskan waktu bersama, dan melihat pemandangan yang ada disana, banyak juga wisatawan yang datang.
Itulah 5 tempat wisata di wonogiri yang wajib anda kunjungi bersama keluarga, anda bisa menggunakan bus yang bisa dipesan secara online sekarang. Jadi lebih mudah untuk mengakses tempat-tempat wisata disana bukan?

Never ending happiness di Festival Cheng Ho 2018

Kemeriahan perayaan Festival Cheng Ho 2018 berlanjut hingga Minggu (12/8) pagi. Klenteng Sam Poo Kong heboh. Tay Kak Sie Gang Pinggir, Semarang, yang dijadikan lokasi start, juga full lautan manusia.

Masyarakat yang berbaur dengan wisatawan antusias. Semua terlihat happy saat melihat 2000 peserta arak-arakan melibas rute sepanjang 6 kilometer.

Ada yang mengenakan baju-baju oriental. Ada yang berbaju loreng. Ada yang mengenakan costume festival bermotif kerajaan. Bahkan ada juga yang mukanya dicoreng-moreng.

Bukan hanya arak-arakannya saja yang heboh. Prosesi mempersiapkan kostum yang dimulai pukul 02.00 WIB juga heboh. Beragam kamera vidografer, fotografer sampai blogger, tak pernah henti mengabadikan persiapan jelang arak-arakan.

“Ini luar biasa. Ribuan orang berjubel, datang dan pergi di halaman besar Sam Poo Kong. Tempat start di Tay Kek Sie yang sempit di Gang Lombok, juga ramai Ada doa dan pentas seni dari pukul 07.00 hingga 00.00 WIB. Apalagi di dunia Maya #PesonaCheng2018 sukses menjadi trending topic nomor satu nasional,” ucap Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, Minggu (12/8).

Pagi harinya, sekitar pukul 05.00 WIB, arak-arakannya pun langsung start. Prosesinya meriah. Menghibur. Juga penuh warna. Saking okenya, masyarakat pun ikut meramaikan peristiwa budaya dan sejarah yang setiap tahun diperingati dan menjadi agenda tetap di Kota Lumpia itu.

Nyaris tak ada space kosong di rute yang dilewati arak-arakan. Dari mulai Tay Kak Sie – Gg.Warung – Kranggan Timur – Kranggan Barat – Depok – Pemuda – Tugumuda – Soegijapranata (Ps.Bulu) – Jembatan Banjirkanal – Bojongsalaman – Simongan – Sam Poo Kong, full lautan manusia.

“Tradisi ini sudah lama. Dan masyarakat selalu mengapresiasi dengan baik. Mudah-mudahan bisa menarik wisatawan baik mancanegara maupun Nusantara dan menjaga akulturasi budaya,” tambah Esthy yang ikut memantau seluruh rangkaian acara tadi.

Dia pun makin bersemangat. Makin pede. Keyakinannya, saat community sudah antusias, event rutin terjadwal setiap tahun, ada improvement, selalu ada perkembangan yang baru, maka itu sudah layak menjadi atraksi budaya yang bisa dipromosikan ke mancanegara.

“Tentu harus dikoneksi dengan industry pariwisata, seperti airlines, hotel dan akomodasi, restoran cafe, transport lokal, guide atau pramu wisata, juga atraksi destinasi yang lain,” urainya.

Lantas bagaimana impact-nya?

Dari paparan juru bicara Sam Poo Kong, 10000 tiket yang dijual selama dua hari selalu sold out. Pedagang kaki lima kebanjiran order. Pasar Karetan yang ikutan pindah juga ikut kebagian rezeki. Itu belum termasuk hotel-hotel yang dijadikan tempat menginap bagi tamu yang datang.

“Perayaannya sudah memiliki cultural value yang tinggi. Sudah punya commercial value. Yang paling penting, memberi dampak ekonomi kepada industri dan publik,” timpal Juru Bicara Yayasan Sam Poo Kong Semarang, Mulyadi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang pernah ikutan merayakan Festival ini 2016 silam langsung mengangkat emoji tiga jempol.

“Jangan lupa terus promosikan dengan baik. Festivalnya sangat pas untuk originasi Tiongkok, atau pasar China. Ini penting sekali, orang Asia itu, ketika disentuh dengan kebudayaan dan sejarah masa lalu, hatinya bisa runtuh berkeping-keping. Mereka bisa jatuh cinta karena sejarah nenek moyang mereka,” kata Arief Yahya

Yes! Wings Air layanani penerbangan reguler Batam-Letung

Jumlah wisatawan ke Kepulauan Anambas sepertinya bakal bertambah. Sebab, aksesibilitasnya semakin terbuka. Pasalnya, maskapai Wings Air membuka penerbangan ke Bandara Letung, Jum’at (10/8). Wings Air jadi maskapai pertama dengan rute penerbangan Batam-Letung.

Staf Ahli bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan, rute ini dilayani pesawat tipe ATR 72-600 berkapasitas 72 seat. Wings Air akan beroperasi melayani penerbangan Batam-Letung PP 3x seminggu. Yaitu Senin, Rabu dan Jum’at. Dengan jam keberangkatan dari Batam pukul 12.30 WIB dan kembali ke Batam pukul 13.55 WIB. Sebelumnya di Bandara Letung telah beroperasi penerbangan perintis oleh Susi Air yaitu setiap hari Senin.

Menurut Cris, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak hanya menyiapkan infrastruktur bandara. Tetapi juga menyiapkan seluruh elemen pendukungnya. Karena harus menarik bagi maskapai untuk beroperasi pada bandara tersebut.

“Kami tidak berhenti hanya sampai berdirinya sebuah bandara. Kami juga menyiapkan perangkat pendukung hingga menarik maskapai untuk beroperasi di bandara-bandara yang telah dibangun,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan ditugasi untuk mengkoneksikan wilayah satu dengan yang lainnya. Termasuk Kepulauan Anambas. Baik dari sektor transportasi darat, laut maupun udara.

“Kami bersyukur penerbangan komersial dapat masuk ke bandara ini. Sehingga dana subsidi dapat digunakan untuk kepentingan lain. Contohnya untuk perpanjang runway. Biar nantinya cita-cita warga Anambas memiliki bandara internasional dapat cepat terwujud,” ujar Cris.

Bandar Udara Letung adalah salah satu bandara terdepan Indonesia. Bandara ini dikelola Kementerian Perhubungan dibawah koordinasi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Dabo Singkep.

Pembangunan Bandar Udara Letung yang dimulai sejak tahun 2014. Serta merupakan tindak lanjut atas Program Nawa Cita, terutama cita ketiga dari Presiden Joko Widodo. Yaitu untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dengan mengedepankan pembangunan dari wilayah terdepan dan membuka daerah terisolir.

Bandara yang memiliki dimensi runway 1400 m x 30 m ini memulai operasional dengan masuknya penerbangan perintis oleh maskapai Susi Air.

“Penerbangan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian di Kepulauan Anambas dan sekitarnya dan dapat merangsang dunia penerbangan untuk beroperasi setiap hari di Bandara Letung,” ujarnya.

Hal tersebut senada dengan keterangan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dorongan dan usahanya sehingga dapat mewujudkan penerbangan reguler bagi warga Anambas.

“Saya mewakili warga Anambas mengucapkan terima kasih atas dorongan semua pihak hingga penerbangan reguler dapat terwujud,” ucapnya.

Zuhendra mengharapkan adanya kemudahan dan peningkatan kesejahteraan bagi warga Anambas dengan banyaknya maskapai yang nanti akan beroperasi di Bandara Letung.

“Mudah mudahan dengan banyaknya maskapai nanti, dapat memberikan kemudahan bagi warga dan meningkatkan kesejahteraan warga Anambas,” lanjut Zuhendra.

Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, yang diwakili Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh mengatakan, rute Wings Air ini mempermudah wisatawan untuk menjangkau destinasi yang ada di Kepulauan Anambas.

“Penerbangan Wings Air sendiri terkoneksi dengan penerbangan Lion Group menuju Jakarta, Jambi, Medan, Palembang, Surabaya, Pontianak, Bengkulu. Untuk harga promo dari Batam ke Letung hanya Rp 560 ribu. Sedangkan dari Letung ke Batam hanya Rp 663 ribu,” ujar Masruroh yang biaa disapa Iyung.

Ditambahkan Iyung, penerbangan ke Anambas akan di-bundling dengan paket hotdeals dan dipromosikan ke Singapura dan Malaysia.

“Jadi ke Batamnya naik ferry lanjut ke Anambas dengan Wings. Sekarang saya sedang koordinasi dengan Wings Air, Kadispar Anambas, dan industri terkait untuk menyiapkan paket ini, dan juga famtrip-nya,” papar Iyung.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya langsung memberikan dua jempol atas lahirnya terobosan baru ini. Dia pun sangat yakin Indonesia bisa mengalahkan Maldives dalam waktu singkat.

“Dengan adanya penerbangan ini maka waktu yang ditempuh akan lebih cepat sehingga turis asing tak bosan menunggu terlalu lama untuk sampai di pulau yang diinginkan,” jelas Menpar Arief Yahya.

“Rute Batam ke Anambas yang biasa ditempuh lebih enam jam dengan kapal cepat, bisa dipangkas menjadi 1 jam,” pungkas Arief Yahya.

Wonderful Indonesia sambar potensial devisa Rp 180 miliar di Sales Mission Singapura

Pariwisata Indonesia sukses menebar pesonanya di Sales Mission Wonderful Indonesia di Novotel Hotel Singapura. Sepanjang Selasa (7/8), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensial devisa sebesar USD 13.053.280. Nilainya setara dengan Rp 189.272.560.000 (asumsi 1USD = Rp 14.500).

Convidence level Kemenpar langsung terdongkrak naik. Wonderful Indonesia makin pede. Makin yakin. Makin optimistis. Apalagi, jumlah pax yang terjual angkanya mencapai 19.196 pax. Jauh melampaui target yang dipatok di angka 7.036 pax. Jauh juga di atas target potensial devisa sebesar USD 4.784.480.

“Ini menandakan destinasi yang ditawarkan sangat diminati pasar Singapura,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Zona 1 Kemenpar, I Gde Pitana, Kamis (9/8).

Yang membuat dia happy, kota dan destinasi yang diburu tak lagi berpusat di Bali. Untuk top 5 kota yang paling diminati ada Pontianak, Batam-Bintan, MalangSurabaya dan Makassar yang menguntit di bawah Bali. Sementara Danau Toba, Borobudur, Bromo, Belitung dan Bogor, mencatatkan diri sebagai top 5 destinasi yang paling diminati.

“Tajuknya memang Sales Mission 10 Destinasi Branding tahap dua. Fokus penjualannya menyebar dari Aceh, Bali, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau, hingga Sumatera Barat. Ternyata hasilnya luar biasa. Banyak destinasi lain di luar Bali yang sudah jadi incaran market Singapura. Angkanya pun jauh di atas target,” timpal Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Iyung Masruroh, yang ikut mengawal Sales Mission di Singapura.

Lantas kenapa angka itu bisa jauh melampaui target? Raihannya bahkan nyaris tiga kali lipat dari target? Sementara, destinasi dan kota yang ditawarkan tak lagi fokus ke Bali?

Soal ini, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Singapura, Sulaiman Shehdek tak segan menguraikan jawabannya. Alasan utamanya, market Indonesia punya keunggulan kompetitif dan komparatif untuk menarik pasar Singapura. Jaraknya dekat. Waktu terbang juga tidak lama. Akses pintu masuknya terus bertambah. Belum lagi keanekaragaman budaya dan kekayaan alam Indonesia.

“Singaporean atau ekspatriat itu rata-rata orang sibuk. Waktu luangnya sangat terbatas. Yang paling cepat, mudah dijangkau, juga murah, ya Indonesia. Dan jangan segan menjadikan Singapura sebagai hub. Dari sini kita bisa distribusikan wisatawan dari berbagai penjuru dunia ke Indonesia,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga seirama. Menempatkan Singapura sebagai hub, kata dia, itu sudah pas. Apalagi, sampai saat ini, jutaan orang selalu rajin transit di Changi setiap tahun. Limpahan dari pengunjung Singapura itu yang ingin dimanfaatkan.

“Ini namanya menjaring ikan di kolam yang sudah banyak ikannya. Sekali ciduk sudah banyak ikan ikan yang terangkut. Singaporean dapat. Ekspatriat dan penumpang yang transit juga bisa kita dapat,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Gugun Blues Shelter sukses hangatkan Dieng Culture Festival 2018

Band asal Jakarta Gugun Blues Shelter (GBS), sukses membuat penonton larut dalam pertunjukan berskala nasional Dieng Culture Festival (DCF) 2018. Acara ini digelar di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jumat (5/8) malam.

Band yang beranggotakan Gugun (gitar), Fajar (bass) dan Bowie (drum) mampu menghangatkan kawasan Candi Arjuna yang menjadi venue DCF 2018. Suhu dingin di tempat tersebut, mencapai 3celcius, tak menyurutkan semangat GBS untuk menghibur wisatawan yang datang.

“Ini pengalaman pertama main di dalam kulkas. Enak ga sound gitar gue?” Tanya sang vokalis yang juga gitaris, Gugun. Malam itu, GBS membawakan 10 buah lagu dalam acara Jazz Atas Awan Dieng Culture Festival ke 9.

Gugun yang baru pertama kali hadir di Dieng mengaku sangat antusias meski tangannya sempat kram akibat kedinginan. Tidak ingin menghilangkan euforia penonton, dia kembali mengajak hadirin mencair dalam hits barunya yang berjudul “Sweet Looking Woman”. “Mati rasa nih tangan, Dieng gokil” ujarnya di sela-sela lagu.

Malam itu GBS benar-benar menjadi penghangat suhu. Mereka mengajak penonton masuk ke dalam ruang-ruang asmara yang ingin selalu dikenang. Usai lagu itu dinyanyikan, tepuk tangan penonton bergemuruh.

Pada hari pertama Jazz Atas Awan, tercatat ada 11 musisi jazz yang tampil dalam gelaran Dieng Culture Festival 2018. Dari penampilan Wedding Jahe, Gerhana.

Sementara pada hari ke 2 Dieng Culture festival 2018, Sabtu (4/8), akan ditampilkan beragam atraksi yang tak kalah seru. Mulai dari Festival Tumpeng, Festival Caping, Festival Kembang, dan yang paling banyak ditunggu wisatawan adalah Festival Lampion. Akan ada ribuan lampion berterbangan di langit Dieng. Festival lampion juga salah satu daya tarik Dieng Culture Festival 2018.

Melihat tingginya animo wisatawan, sangat wajar jika DCF masuk dalam 100 Wonderful Events Indonesia 2018 Kementerian Pariwisata. Apa lagi DCF kini telah memasuki tahun kesembilan pagelarannya. Konten acaranya pun selalu paten.

“Performa positif terus ditunjukkan DCF. Sebagai salah satu atraksi pariwisata, event ini selalu sukses dalam setiap penyelenggaraannya. Selalu sukses menyedot wisatawan datang. Sampai ketemu di DCF 2018,” ujar Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti.

Melihat progres positif dan konsep DCF-9, apresiasi pun diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menyatakan, DCF-9 sebagai event dengan kualitas dunia.

“Dieng Culture Festival jadi fenomena. Kekuatan culture dan naturenya luar biasa. Kelas festival ini sudah mendunia. Progresnya memang bagus, tapi branding harus lebih gencar lagi terutama di media sosial,” tutup Menpar.